الطبعات
سيُثبت بعد التحقق.
بيانات المصدر الرقمي
وصف المصدر
"Di antara berkah dari gerakan al-lamadzhabiyyah adalah munculnya penelitian terhadap pendapat-pendapat fikih di luar empat mazhab. Selain upaya serius untuk menghidupkan karya-karya mereka, muncul pula kajian dan penelitian mengenai para mujtahid di masa lampau agar generasi sekarang dapat mengambil manfaat dari pemikiran para ulama tersebut. Salah satu tokoh yang dikaji adalah Rabiah bin Abi Abdurrahman al-Madani, yang dikenal dengan sebutan Rabiah ar-Ra'yi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hatim Bay dari Aljazair berhasil mengumpulkan sekitar 523 pendapat dari Rabiah ar-Ra'yi. Pintu ini pun belum tertutup untuk menemukan pendapat-pendapat beliau di tempat lain, baik itu di dalam kitab fikih Maliki, fikih lainnya, maupun kitab-kitab yang berisi perselisihan ulama (ikhtilaf) secara umum. Peneliti asal Aljazair ini menegaskan bahwa dari 523 pendapat Rabiah yang ia temukan, terdapat sekitar 135 persoalan di mana muridnya, yakni Malik bin Anas, menyelisihi pendapat beliau. Hal ini merupakan fenomena yang wajar, karena pada saat itu—sebagaimana ungkapan Ahmad bin Muhammad Syakir (أحمد بن محمد شاكر)—umat Islam tidak pernah meridai para ulamanya untuk sekadar bertaqlid(atau yang
